
Perusahaan Jerman Quantum Systems bersiap memperluas kiprahnya di pasar kendaraan udara tak berawak dengan meluncurkan Pulse P19, drone pertama mereka dalam kategori MALE (Medium Altitude Long Endurance).
Model ini akan diperkenalkan secara resmi pada ajang ILA Berlin 2026 dan menjadi langkah penting bagi perusahaan yang hingga kini berfokus pada drone taktis untuk misi pengintaian.
Dirancang untuk menjalankan berbagai fungsi, Pulse P19 dapat melaksanakan misi pengawasan, pengintaian, dan serangan. Selain itu, platform baru ini memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan persenjataan, menandai masuknya produsen asal Jerman tersebut ke segmen drone tempur yang lebih besar dengan jangkauan operasional yang lebih luas.
Menurut Quantum Systems, pengembangan sistem baru ini dipengaruhi oleh pengalaman yang diperoleh dari penggunaan drone dalam konflik di Ukraina. Perusahaan juga menyoroti kemajuan dalam perangkat lunak serta integrasi sistem tak berawak melalui ekosistem MOSAIC UxS, yang memungkinkan berbagai platform terhubung dalam satu jaringan komando dan kendali yang terpadu.
Peluncuran Pulse P19 terjadi pada saat perusahaan sedang berekspansi dan memperkuat kehadirannya di sektor pertahanan Eropa. Selain meningkatkan kapasitas produksinya, Quantum Systems juga mengumumkan kemitraan industri baru antara Jerman dan Ukraina yang berfokus pada produksi drone dan sistem pertahanan udara.
+ Drone laut yang digunakan dalam perang Ukraina meledak di pelabuhan Rumania di Laut Hitam
Sumber: Militarnyi | Foto: Facebook – Quantum-Systems | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
